Harmonisasi Keluarga Muda antara Cinta dan Cita-cita. (part I)

Sebuah rangkuman di group whatsapp The Real Ummi. Pemateri oleh Dewi Nur Aisyah.

5 Agustus 2017

 

Istimewanya Wanita

Bukan dari tulang ubun ia dicipta

Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja

Tak juga dari tulang kaki

Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak

Tetapi dari tulang rusuk kiri

Dekat ke hati untuk dicintai

Dekat ke tangan untuk dilindungi

Islam telah begitu memuliakan wanita

Penghargaan terhadap Wanita dalam Islam

“Dunia dan seluruh isinya adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR Ahmad dan Muslim)

“Tidakkah ingin kukabarkan wanita apa yang paling baik?”Apabila diperintah ia taat, apabila dipandang menyenangkan hati suaminya, dan apabila suaminya tidak ada dirumah, ia menjaga diri dan harta suaminya.” (HR Ahmad dan An Nasa’i, di hasanan oleh Albani dalam Irwa’ no. 1786)

Hingga wanita disamakan dengan perhiasan terbaik dunia, bahan kedudukan seorang ibu begitu tinggi ditempatkannya

Kehormatan Ibu dalam Islam

‘Wahai Rasulullah! Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik? Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Saya bertanya lagi ,”Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” Lalu saya bertanya ,”Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Saya bertanya,”Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?” Rasululah menjawab “Bapakmu, kemudian kerabat yang terdekat, lalu kerabat yang terdekat.”(HR Ahmad dan Abu Dawud)

Semua keistimewaan ini memang diberikan kepada wanita, muslimah dan wanita yang shalihah khususnya. Lalu bagaimana eduduan kita dibandingan pria? Bukankah pria memiliki banya keistimewaan juga?

Kita tidak berbeda di hadapan-Nya

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempua dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang elah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl 16:97)

Tidak perlu iri, karena hakiatnya, Allah sudah menegasan bahwa kita tidaklah berbeda dihadapanNya. Hanya ada satu pembeda dan itu bukan berdasarkan atas jenis kelaminnya, namun dari taqwa kita kepada Nya. Maka jadilah kita semulia-mulianya wanita.

Kemuliaan wanita sebanding dengan kemampuannya menjaga dan memelihara pandangan, lisan, akhlak dan kehormatan diri serta keluarganya. Pada Allah sajalah ia tetapkan cintanya. Lewat ibadah yang khhusyuk dan amal-amal yang berlapis ikhlas. Wanita mulia sejatinya bidadari. Penyejuk mata di dunia dan pendamping syuhada di surga.

Bagaimana cara menuju kesana? Untuk menjawab itu kia ahrus kembali kepada 3 pilar tugas utma seoang wanita.

Tugas Utama Sorang Muslimah

Mar’atus Shalihah (Wanita Shalihah)

Zaujatu Muti’ah (Istri yang taat)

Ummul Madrasah (Bunda Peradaban)

Maka pilihan hidup apapun yang kita jalani di kehidpan ini kita tetap harus kembali kepada 3 pilar diatas.

Jika ada yang bertanya, apa sih bedanya single dan sudah menikah, atau saat sudah memiliki anak?

WhatsApp Image 2017-08-05 at 19.45.16

Kalau dilihat dari gambar atas, ada beberapa hal ynag berbanding lurus. Artinya, semakin banyak –ple nya, semakin bertambah beberapa hal nya, termasuk amanah, tanggung jawab, kesibukan, dan tentunya kelelahan yang dirasakan.

Begitu pula ada yang berbanding terbalik, yaitu semakin banyak –ple nya, semakin sedikit waktu istirahat yang dimiliki, waktu luang, me time dan stamina atau kesehatan.

Apalagi wanita yang sudah hamil dan melahirkan, tentu kondisi jasad nya tidak bisa disamakan dengan mereka yang masih single. Oleh sebab itu para suami harus mengerti akan hal ini.

Tapi, dari semua hal yang berbanding lrus ataupun berbalik, ada satu rumus yang jangan dilupa. Semakin kita memiliki beban yang berat, seharusnya kita emakin medekat.

Tadi kita suda singgung2 sedikit, pilar utama ke2 dan ke3 itu baru bisa terjadi saat sudah terjadi pernikahan. Mulai menjadi couple, triple, dan quadrple pun semua berawal dari pernikahan. Jadi sebenarnya apa sih pernikahan itu (menurut kami)?

Pernikahan itu

Happily ever after is when the both of you step into paradise togeher. Thats the true love you should work for…”(anonymous)

“maka hakikatnya pernikahan adalah mencari teman hingga ke surga…”

titik tekan bagi kami adalah untu mencari teman hingga e surga. Sehingga cinta yang kita bina tidak akan berhenti di dunia, namun akan kekal hingga ke surga.

Do not love the one who doesn’t love Allah. If they can leave llah they will leave you-Imam Shafee’i

Carilah pasangan hidup yang mencintai Allah, itu kunci utamanya.

Pertanyaan selanjutnya yang sering saya dapatkan adalah

Bagaimana bisa terus menuntt ilmu meskipun sudah berkeluarga dan punya anak?

Dan kunci jawabannya adalah….

Semua berasal dari visi besar keluarga kecil kami

Yaitu berfastabiqul khairat dalam urusan dunia hingga cinta kami membangun istana, tinggi mencapai surga

“The best marriage is when it make your imaan rise, both of you help each other in the dunya so you can meet you agaiman in Jannah”

Iya, kuncinya adalah FASTABIQUL HIRAT. Bukankah itu yang diajarkan oleh islam? Maka sudah seepattnya dalam asas ini bermkna pasangan selal berlomba dalam kebaikan Tidak ada lagi cerita melempar pekerjaan. Namun selalu berlomba utuk meringankan beban. Karena pada hakikatnya, pernikahan yang berhasil adalah pernikahan yang membuat imanmu semakin meningkat, suami dan istri saling mengingatkan dalam kebaikan di dunia, hingga Allah izinkan cinta ita bersemi di surga.

Seimbang Cita dan Cinta

  • Memiliki visi pernikahan yang sama
  • Sinkronisasi cita
  • Dibangun dengan landasan kerja sama
  • Memahami bahwa pasangan kita tidaklah sempurna
  • Bukan membangun satu menara, tapi mengangkasa berdua
  • Melibatkan Allah dalam setiap perkara
  • Berfastabiqul Khairat, meringankan beratnya
  • Mengingatkan kepada kebaikan setiap harinya

Kunci pertama dan utama adalah MEMILIKI VISI YANG SAMA

Jadi kalau kisah saya, sejak awal saat ada seorang laki-laki menyampaikan lamaran (siapapun dia), saya sudah menyampaikan visi dan misi hidup yang ingin saya kejar, yaitu menuntut ilmu setinggi-tingginya, berupaya memberi manfaat seluas-luasnya. Itu aja syarat dari saya. Nah sekarang tergantung si pelamar, sanggup menjalankan atau ga.

Sehingga seseorang yg menjadi suami saya saat ini sudah mengetahui hal itu dan bersedia merenda asa berdua. Kalau ada yg sudah menikah tp belum menyepakati hal2 ini, ada baiknya didiskusikan kembali. Agar perjalanan pernikahan kita semakin bermakna dan berjalan sesuai dgn cita keduanya…
Setelah memiliki visi dan misi yg sama, maka selanjutnya setelah menikah yg saya lakukan adalah MENSINKRONISASI CITA. Saya tahu suami jg punya life plan nya, begitu juga saya. Maka setelah menikah, kita SUSUN ULANG BERSAMA. Karena sudah tidak ada lagi kata aku dan dia, yg ada hanyalah kita…

Ada yg hal harus diingat saat kita menikah, bahwa pasangan kita TIDAKLAH SEMPURNA…

Sedari awal saya menikah, saya sudah memiliki prinsip, untuk tidak menggantungkan ekspektasi sebegitu tinggi dengan pasangan. Kalau kata Pak Cah, menikah itu mirip dengan belanja di supermarket. Kalau kita berharap supermarket itu lengkap menjual barang dari A-Z, tapi saat kita kesana ternyata banyak yang tidak ada, akhirnya berujung kecewa. Namun, saat kita legowo dengan barang apa saja yang ada di supermarketnya, sifat syukur yang terbentuk disana.

Sama dgn pasangan qt, saat kita memiliki ekspektasi tinggi si pasangan itu bisa A,B,C sampai dengan Z, tapi ternyata tidak, kecewa yang kita dapatkan. Namun saat kita mau menerima kelebihan dan kekurangannya apa adanya, hanya ada syukur saat bertemu kelebihan dan sabar saat bertemu kekurangan. Intinya mah, saat cintamu pada-Nya berada pada tempat tertinggi dalam jiwa, kita akan mensyukuri kelebihan dan bersukur atas kekurangan pasangan yang sudah Allah jodohkan di dunia.

Prinsip utama dalam menikah adalah bersyukur atas kelebihan, bersabar atas setiap kekurangan.

Maka mintalah pada Allah pasangan yang dapat membantu menyemai Iman, merenda ketaqwaan, menghimpun tangan berdoa dan berada dalam ketaatan.

Karena hakikatnya, pernikahan bukanlah saat kita mencari pasangan yang sempurna, tapi saat kita mencari teman hingga ke surga.

FASTABIQUL KHAIRAT merupakan kunci yg paling penting…
“ The believers who show the most perfect faith are those whose character is excellent and the best of you are those who are the best to his wife” (Tirmidhi)

“a husband can loves his wife best, when he loves Allah first” (anonymous)

Dalam Islam pun dikatakan, sebaik-baik laki-laki adalah yg paling baik kepada keluarganya…
Sedangkan istri pun diperintahkan taat pd suaminya..

Bukankah ini adalah kombinasi yg sempurna? Saat istri ingin berbakti, suami pun meringankan pekerjaan sang istri. Maka keduanya saling berlomba-lomba dalam kebaikan.

“ A strong marriage rarely has two strong people at the same time. It is a husband and wife who take turns being strong for each other in the moments when the other feels weak” (Ashley Willis)

“A husband and wife must function like two wings on the same bird. Unless they work together, the marriage will never set off the ground. (Dave Willis)

Setelah ada keinginan utk berfastabiqul khairat, maka kunci selanjutnya adalah KERJA SAMA.

Bisa jadi sifat istri dan suami sangat jauuuh berbeda. Dan itu wajar saja. Karena kehadirannya adalah melengkapi kekurangan qt. Maka ingat2 perkataan Ashley Willis di atas, bahwa pernikahan yg kuat JARANG memiliki dua orang yg kuat dalam waktu yg bersamaan…

Dan kunci terakhir, adalah ingat bahwa, pernikahan itu bukanlah hanya membangun satu menara (hanya satu pihak yang bisa tinggi menjulang), tapi mampu MENGANGKASA BERDUA, melejitkan potensi bersama, hingga surga menjadi akhir perjalanan kita…

Jadi, jika seorang suami melihat potensi istri yang jago berdagang, dukung ia agar menjadi mom preneur. Jika suami melihat potensi istri dengan tingkat akademisi yang tinggi, beri ia ruang untuk sekolah lagi. Jika suami melihat potensi istri dengan hafalan yang begitu baik, dukung ia menjadi hafidzah dengan setor hafalan bersama atau mendanai belajar di rumah Qur’an. Intinya, melejitlah bersama, hingga surga yang akan menjadi tempat pemberhentian akhirnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s