Nostalgia dengan nirmana *semacam arsip

Saya iseng-iseng saja waktu kemarin buka blog yang lama. Sebelum madresses ini saya punya beberapa blog (sekitar 4 atau 5 gitu hehe) yang saya sudah lupa passwordnya semua. Geli, aneh, dan campur-campur gitu rasanya ketika membaca tulisan-tulisan saya yang dulu. Ada cerita yang alay soalnya 🙂 Ya sudahlah, disalah satu blog saya itu ada yang khusus untuk arsip kuliah, tapi ternyata tidak terlaksana dengan baik sampai saya lulus. *menyesaaaal
Tapi lumayanlah setidaknya masih ada sedikit jejak yang masih ada. Nanti saya coba cari juga di folder PC yang lama, barangkali ada yang bisa saya share tentang ilmu yang saya dapat waktu berkuliah di desain komunikasi visual / DKV. gimana? 🙂
Kalau studi dibidang seni dan desain, atau bidang-bidang lain yang berhubungan dengan itu pasti tau dong yang namanya nirmana (untuk pembahasan teori silahkan buka referensi dan sumber lain,ya). Tapi menurut saya sendiri nirmana ini adalah cara bagaimana kita untuk mengolah rasa agar menjadi indah, pas gitu. Nirmana ini sangat luas sekali, karena saya dibidang visual jadi yang saya pelajari adalah bagaimana mengolah elemen visual menjadi suatu tatanan visual yang pas.
Setelah dibantu sama adik tingkat, akhirnya saya inget juga detailnya elemen dan prinsip desain. Ini adalah point-point yang diajarkan di mata kuliah nirmana.
Elemen Desain :

  • Garis
  • Titik
  • Bentuk / Bidang
  • Warna
  • Texture
  • Ruang
  • Cahaya

Prinsip Desain :

  • Kesatuan (Unity)
  • Keragaman (Diversity)
  • Keseimbangan (Balance)
  • Irama (Rythm)
  • Penekanan (Emphasis)
  • Pusat Perhatian (Point of Interest)

garis

Task garis : Membuat komposisi garis horizontal (kiri) dan vertikal-horizontal (kanan) dengan jumlah 18. Rulesnya : ukuran panjang tidak boleh sama, jarak tidak boleh sama, ketebalan juga tidak boleh sama

bidang

Di Task Bidang ini, sudah mulai menggunakan prinsip Point of Interest (lihat bidang dengan pattern polkadot).

metamorfosis

Ini task yang menurut saya seru, membuat metamorfosa. Jadi kita membuat proses agar perubahan bentuk yang terjadi bisa masuk akal. Kuncinya adalah ada sisi yang sama di antara bentuk yang terhubung. Dalam bentuk statis ini tentu kita dapat membayangkan adanya ‘gerakan’ proses perubahan dalam imajinasi kita.

RELIEF.jpg

Selain Nirmana 2D, juga terdapat Nirmana 3D. Pada gambar diatas adalah Task untuk membuat relief dari foam. Memainkan semua unsur elemen desain, termasuk cahaya agar terlihat lebih 3D. Kita dapat merasakan dalam dan dangkalnya tiap elemen yang ada.

plastisin

Nirmana 3D dari bahan plastisin. Lebih fleksibel dalam membuatnya, Lebih bebas dalam memberikan tekstur.

10666161_369927183176266_1862042623_n
Suasana kelas Nirmana 3D tahun 2011. Dosen saya : Pak Andi Harisman

Sebenarnya masih ada beberapa tugas nirmana lagi yang pernah dikerjakan, namun sayang tidak ada dokumentasi. Uniknya tidak ada yang benar dan salah dalam hasil tugas nirmana ini. Melainkan mana yang pas dan kurang pas, menarik, unik, dan mungkin biasa saja. Kembali lagi ke ‘rasa’. Mengolah rasa. Semoga penjelasan singkat ini cukup membuat ‘tahu’ tentang nirmana, ya. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s