Chalk Lettering : Mijil Tembang Jawa

Bulan desember tahun lalu, saya berkesempatan mengikuti pameran Lettering Malang ‘Mala’. Ada beberapa karya yang saya tampilkan salah satunya adalah chalk lettering tentang mijil tembang jawa ‘Dedalane Guna Lawan Sekti’. Ide menuliskan ini awalnya adalah permintaan ayah saya yang berkeinginan untuk dibuatkan pajangan di ruang kerja beliau. Saya baru tau juga tentang tembang ini dari ayah, beliau menjelaskan secara singkat lalu karena penasaran saya browsing tentang tembang tersebut.

12362466_948862645191954_242894877_n
‘Mala’ Pemeran Lettering Malang tahun 2015

 

12346240_987110171360346_611457071_n
chalk lettering. Media & Alat : Papan Hitam & Snowman Chalk Marker

Tembang mijil ini secara garis besar adalah nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh masyarakat. Dalam beberapa referensi tembang mijil digunakan sebagai metode dakwah islam oleh Sunan Kudus, dan dalam beberapa referensi lain juga tembang mijil ini digunakan oleh Sunan Gunung Jati.

 
Salah satu tembang mijil ini adalah ‘Dedalane Guna Lawan Sekti’.

Dedalane guno lawan sekti
Kudu andhap asor
Wani ngalah dhuwur wekasane
Tumungkula yen dipun dukani
Bapang den simpangi
Ono catur mungkur

Makna yang terkandung dalam tembang tersebut sebagai berikut :
1. Dedalane Guna Lawan Sekti.
Sebagai kalimat pembuka, kalimat ini berarti bagaimana jalan menuju kemuliaan. Kita hidup didunia ini tidak hanya numpang makan tidur dan berkembangbiak saja, tetapi ada hal lain yang lebih luas dari itu. Tentang bagaimana memaknai hidup. Hubungan kita dengan makhluk lain. Dan juga hubungan kita dengan Tuhan. Menjadi mulia berarti ada nilai lebih yang membawa kebaikan dan kebermanfaat.
2. Kudu Andhap Asor
Menempatkan diri dibawah. Rendah Hati. Menempatkan diri kita dengan baik sesuai dengan lingkungan. Berakhlak yang baik dengan siapapun. Tidak pandang latar belakang. Menghargai dan menghormati orang lain.
3. Wani Ngalah Dhuwur Wekasane
Berani untuk mengalah. Makna mengalah disini diinterpretasikan sebagai ajaran untuk sabar dan tidak egois. Bagaimana mengendalikan diri sendiri. mampu memimpin diri kita sendiri. Itulah arti ‘mengalah’, dan hal tersebut memang butuh keberanian.
4. Tumungkula Yen Dipun Dukani
Menunduklah (tumungkula) jika dimarahi (dipun dukani). Secara harfiah bait ini berarti ‘jangan membantah bila kita dimarahi’. Kita melihat ‘dimarahi’ bisa berarti oleh orang lain, tapi juga bisa oleh ‘kehidupan’, oleh ‘alam’, dan diujung perenungan itu bisa ‘oleh’ Sang Pencipta.
5. Bapang Den Simpangi
Bapang adalah nama sebuah gubahan tarian yang bisa dikonotasikan sebagai bentuk ‘hura-hura’. Bait ini bisa diartikan agar orang sebaiknya menghindari hal-hal yang berifat ‘hura-hura’. Lebih jauh lagi dimaknai sebagai hal-hal yang hanya ada dipermukaan. Karena konotasi ‘bapang’ bisa diperluas kepada hal-hal yang hanya tampak indah dipermukaan tapi dalamnya rapuh. Mungkin ini bisa dijabarkan kepada sikap-sikap pargmatis, yang menuhankan eksistensi dan pencitraan diri semata, sifat suka dipuji, senang kalau orang lain mengagung-agungkan kita. Hal itulah yang sebaiknya dihindari. Nah, inilah yang dalam Islam disebutkan dengan memiliki sikap qonaah, sederhana, dan tidak berlebih-lebihan.
6. Ono Catur Mungkur
Menghindari pergunjingan. Menghindari keburukan. Lebih baik fokus pada kebaikan yang bisa kita kerjakan. Bekerja dengan baik, berkarya, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Makna dari tembang ini sangat dalam dan mungkin masih belum lengkap, namun dari sini saja saya bisa tahu kalau nilai ini bakal relevan untuk semua zaman. Terlebih lagi pada zaman sekarang, penuh godaan. Godaan untuk tidak riya’, tidak berfoya-foya. Dibutuhkan pengendalian diri yang baik. Perlunya toleransi, menghargai dan menghormati orang lain, meskipun berbeda pendapat. Mendengarkan nasehat orang tua, mendengarkan pesan dari alam. Merenungkan apa yang sudah kita kerjakan. Menuju kemuliaan menjadi dekat dengan Tuhan.

 
Referensi :
http://www.kompasiana.com/dwipurnawan/tembang-mijil-yang-sarat-makna-islami_55101f29a333117c39ba7ee0
http://www.kompasiana.com/dwiankusuma/sedikit-coretan-tentang-mijil-yang-sarat-makna_54f4b744745513942b6c8e72

2 thoughts on “Chalk Lettering : Mijil Tembang Jawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s