Lagu Mendung, Hati Mendung?

“Tapi, kan …Tak selamanya mendung itu kelabu”
Yap, salah satunya pada beberapa list lagu yang sering saya putar kala ingin merenungkan sesuatu atau sekedar hanya ingin pikiran saya ‘ringan’. Ok, coba beri waktu sejenak untuk pikiran kita. Bayangkan saat ini sedang sore hari, kita sedang didalam rumah. Duduk di kursi disamping jendela. Hujan mengguyur deras. Tambahkan teh hangat atau kopi, minuman sesuai selera. Sudah cukup mainstream bukan?

Ada beberapa lagu yang saya suka putar saat suasana seperti itu :

1. Trespasser William – Vapour Trail
2. Sigur Ros – The Nothing Song
3. A Boy and His Kite – Cover Your Tracks
4. Ryuichi Sakamoto – Blu

Terdengar gloomy, sih. Tapi saya bisa menikmatinya. Pernah nggak sih berpikir, kadang kita butuh untuk sedih? Seperti halnya untuk butuh bahagia. Sedih juga menjadi penyeimbang. *teoriracauabaikan. Bukan bermaksud agar ada hal-hal buruk yang menimpa kita. Sedih tidak hanya terhadap apa yang kita alami, tapi juga bisa dengan dari melihat cobaan hidup yang diterima oleh orang lain. Membuat kita lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki. Sedih yang membawa kita pada renungan hidup. Sedih yang dapat mengolah hati menjadi lebih sensitif. Lebih peka dengan diri sendiri dan orang lain. Lalu darimana kita tahu kita sedang bahagia kalau kita tidak pernah merasakan sedih? tentu mendung selalu dapat memberikan kita ukuran bagaimana langit bisa dikatakan menjadi cerah, bukan? 🙂

terima kasih mendung.

2 thoughts on “Lagu Mendung, Hati Mendung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s