Kotak Imajinasi

kita duduk berdua dibangku.
kau menghadap langit.
aku menghadap kamu.
“indahnya langit itu”
kau tersenyum.

“iya sangat indah”
aku tetap manghadapmu.
“bagaimana ya rasanya terbang disana?”
kau masih tersenyum dan aku masih menghadapmu.
“rasanya sangat menyenangkan. mungkin seperti apa yang kurasakan sekarang”
aku tetap menghadapmu. memandangmu..

*suatu pagi di kotak imajinasi
aku melihat wajahmu dengan tamat
sedetil detilnya. seraya kau bilang
“segitunya memandangku”
dengan enggan berkedip aku menjawab
“aku ingin mengingat wajahmu. rasanya ingin kuhisap, agar kalau aku rindu, aku punya banyak stok wajah yang bisa aku bayangkan. dan akhirnya bisa mengobati rinduku padamu”
dan seketika kau pun tersenyum.

*suatu sore di kotak imajinasi.
“bagaimana kalau aku pergi?”
aku mendengarmu. pertanyaan sederhana.
“silahkan”
aku menjawabnya.
“apa kau yakin?”
aku melihatmu. tapi pikiranku jauh membayangkan beberapa waktu ke depan.
“aku tak tahu”
aku menjawabnya.
kau diam. dan aku juga diam.

*suatu malam di kotak imajinasi

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s